INFO.. INFO..

March 7th, 2010

INFO…INFO..AND INFO…

Sekedar berbagi info looh..

  • STOP… Pemborosan Kertas

Berbagai upaya dapat kita lakukan untuk menghemat dan membantu mengurangi penumpukkan sampah. Dengan menghemat kertas berarti kita juga akan membantu mengurangi polusi dan penggunaan energi yang berlebihan dalam proses produksi, distribusi dan daur ulang kertas. Lebih penting lagi, kita juga akan mengurangi penebangan pohon-pohon yang diperlukan untuk pembuatan kertas, sehingga bumi kita menjadi lebih hijau. Mulailah melakukan perubahan-perubahan kecil dengan membiasakan menghemat kertas di kantor, dirumah dan lingkungan sekitar kita.

  • KONSUMSI ORGANIK… Bercocok tanam secara organic terbukti mengahasilkan produk yang lebih aman dan sehat bagi kita. Kegiatan pertanian organic itu sendiri tidak mencemari air tanah , sungai, danau dan lautan serta tidak menimbulkan erosi tanah, bahkan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan melindungi keragaman satwa disekitar lahan pertanian. Oleh sebab itu, marilah kita mengkonsumsi hasil bumi organic untuk kesehatan kita dan kelestarian bumi.
  • DUKUNG PRO LINGKUNGAN.. Upaya pelestarian bumi tidak harus menjadi suatu pekerjaan yang berat, Karena kegiatan sehari-hari sekecil apapun yang dilakukan dengan memperhatikan dampaknya pada lingkungan akan sangat berarti bagi bumi. Misalnya, kita dapat menghemat listrik dan air dengan menyiram tanaman mempergunakan air hujan yang ditampung. Untuk melestarikan bumi kita juga dianjurkan untuk menanam pohon dan tanaman dihalaman rumah kita dengan menghindari penggunaan pestisida kimia dan mengandalkan pupuk alami sebagai gantinya..

“…. Semoga bermanfaat yaaaaa…”

Nama                : INDAH PERMANASARI

Kelas                : 1EA10

NPM                 : 13209727

Direct and Indirect Speech

February 21st, 2010

Direct and Indirect Speech

Kalimat langsung dan Kalimat tidak Langsung

Kalimat langsung (Direct Speech) adalah kalimat yang bilamana reported speech menyatakan kata-kata yang sebenarnya. Kalimat-kalimat tersebut tidak dihubungkan oleh “that” melainkan harus dengan (tanda baca) koma.

Kalimat tidak langsung (indirect speech) adalah kalimat yang bilamana reported speech memberikan isi pokok kata-kata yang dipakai oleh si pembicara dan bukan kata-kata yang sebenarnya. Dalam indirect speech kalimat-kalimat itu dihubungkan dengan kata “that”.

Bentuk waktu reporting verb tidak diubah, akan tetapi bentuk waktu reported speech harus diubah berdasarkan bentuk waktu reporting verb.

Dua cara perubahan waktu pada reported speech.

Peraturan I

Kalau reporting verb itu past tense, bentuk waktu kata kerja dalam reported speech itu harus diubah kedalam salah satu dari empat bentuk past tense.

Direct Speech-Indirect Speech

Simple present-menjadi-Simple past

C/: He said “The woman comes” menjadi “He said that the woman came”

Dari contoh diatas dapat disimpulkan perubahan bentuk waktu dan reported speech sbb:

Direct Speech Indirect speech
Simple Present

Present continous

Present Perfect

Present perfect continous

Siimple past

Past continous

Future

Simple past

Past continous

Past perfect

Past perfect continous

Past perfect

Past perfect conitinous

Past

Kecuali:

Kalau reported speech berhubungan dengan kebenaran umum atau fakta yang sudah menjadi kebiasaan, present indefinite atau simple present dalam reported speech tidak diubah kedalam bentuk lampau yang sesuai, melainkan tetap persis sebagaimana adanya, contoh:

Direct speech-Indirect speech

He said “The sun rises in the east” – “He said That the sun rises in the east”

Peraturan II

1)      Bila reported speech kalimat berita

Dengan Peraturan ini reporting verb dianggap dalam present atau future tense tertentu dan kapanpun saja terjadi.

Reporting verb-Reported speech

Present tense-Any tense (bentuk waktu apapun)

C/:

Direct          : She says to her friend, “ I have been waiting”

Indirect       : She says to her friend that he has been waiting”

2)    Bila reported speech merupakan kalimat Tanya

a)     Reporting verb say atau tell diubah menjadi ask atau inquire. Dengan mengulangi kata Tanya dan mengubah tense jika pertanyaan dimulai dengan kata Tanya.

Direct          : He said to me , “where are you going?”

Indirect       : He asked me where I was going”

b)    Dengan menggunakan if/whether sebagai penghubung antara reporting verb dan reported speech dan mengulang tenses.

Direct          : He said to me, “Are you going away today?’

Indirect       : He asked me whether I going today

3)    Kalimat perintah

Contoh:

Direct          : He said to his servant, “Go away at once!”

Indirect       : He ordered his servant to go away at once.

Nama           : Indah Permanasari

Kelas            : 1EA10

NPM            : 13209727

Pergeseran Paradigma manajemen

February 21st, 2010

Pergeseran Paradigma Manajemen

Dimensi Second wave Third wave
Orientasi/gaya kepemimpinan Tertuju pada pandangan dogmatic Gaya kepemimpinan yang bervisi

Jenis, gaya dan ciri yang menandai kepemimpinan masalah dapat

dilihat dari  dalam pengetahuan ataupun teori kepemimpinan yang berkembang dalam kurun waktu tersebut. Kita dapat mencatat sejarah kemanusiaan yang penuh dinamika di perubahan abad itu termasuk perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tak terkecuali perkembangan pengetahuan tentang paradigma kepemimpinan yang meliputi gaya kepemimpinan.

Apabila gaya kepemimpinan terbangun dari tiga unsur yaitu pemimpin, kondisi masyarakat dan perkembangan lingkungan nasional dan internasional yang senantiasa mengalami perubahan maka bagaimana kualifikasi kepemimpinan atau persyaratan yang diperlukan bagi adanya kepemimpinan yang efektif dalam mengahadapi perkembangan yang dan dinamika perubahan dari tahun-tahun yang dulu hingga sekarang.

Gaya kepemimpinan zaman dahulu tertumpu pada pandangan yang dogmatic. Berbeda dengan zaman sekarang dimana gaya kepemimpinannya lebih bervisi dan berorientasi. Kepemimpinan masa sekarang adalah kepemimpinan seseorang yang adaptif terhadap tantangan , peraturan yang menekan , memperhatikan pemeliharaan disiplin dan menjaga kepemimpinannya. Kepemimpinan selalu menyiapkan bentuk solusi dan pemecahan masalah tentang masa sekarang dan orientasi masa depan. Dalam kaitannya dengan pergeseran paradigma manajemen kepemimpinan ditekankan pada pemanfaatan Sumber Daya Manusia yaitu peraturan-peraturan baru, hubungan dan kerjasama yang baru.

Dengan demikian perbedaan antara kepemimpinan manajemen terdahulu dapat diidentifikasi asas-asas kepemimpinan yang perlu kita acu dalam pengembangan kepemimpinan.

Referensi Manajemen Abad 21

Nama: Indah Permanasari, 1EA10, NPM 13209727

Suka duka sebagai pelajar sekaligus pekerja

February 21st, 2010

Suka Duka sebagai Pelajar yang juga Pekerja

Nama saya Indah, saya adalah seorang Karyawati di sebuah Bank swasta di Jakarta dan menjabat sebagai Teller. Saat ini saya juga masih berkuliah di sebuah Universitas swasta di depok, mengambil kelas S1 malam. Rutinitas saya sehari-hari ialah dari pagi hingga sore bekerja lalu dari sore hingga malam saya kuliah. Saya bekerja dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore dihari senin hingga jumat. Lalu malamnya saya kuliah.

Saya kuliah bisa dibilang hampir setiap hari bahkan sampai hari minggu, karena kampus saya mengadakan mata kuliah yang mahasiswanya untuk mengikuti praktikum. Terkadang berat rasanya menjalankan kegiatan yang padat seperti itu setiap hari, saya harus bangun pagi untuk bekerja lalu saat selesai bekerja saya harus mengejar waktu untuk cepat-cepat pulang agar bisa sampai dikampus tepat waktu. Untungnya dosen-dosen dikampus saya sangat bertoleransi kepada mahasiswanya yang bekerja, jadi kita bisa masuk kuliah agak sedikit telat dari jadwal yang sebenernya. Kadang ada kalanya saat situasi dan kondisi sedang tidak bersahabat dengan saya. Misalnya saat saya ingin ujian yang mengharuskan saya tepat waktu sampai dikampus, tetapi hari itu pekerjaan saya sedang padat sekali karena banyak nasabah atau saya harus meeting di kantor. Pihak kampus tidak memberikan toleransi apabila ada mahasiswa yang terlambat dengan alasan apapun. Hal itu yang membuat saya sedikit kesal. Saat itulah saya belajar bagaimana saya harus belajar memilih mana yang harus saya prioritaskan terlebih dahulu.

Selain itu ada juga kendala seperti misalny saat saya diberi tugas yang banyak di tiap mata kuliah. Ditengah jadwal kerja yang padat, pekerjaan saya yang membutuhkan konsentrasi yang tinggi lalu saya harus kuliah malam setiap hari, saya berpikir kapan saya bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah saya yang banyak. Saat saya pulang kuliah rasanya badan saya sudah tidak bisa diajak berkompromi lagi, karena rasanya sudah cape dan ingin cepat-cepat tidur. Disini saya belajar bagaimana saya mengatur manajemen waktu dan ritme hidup saya. Saya harus menjadikan gaya hidup sehat sehingga saya bisa melakukan hal-hal tersebut dengan baik. Saya harus bisa mengsiasati waktu agar saya bisa mengerjakan tugas-tugas kuliah saya tanpa menggangu pekerjaan saya.

Menjadi pekerja sekaligs pelajar memberikan pelajaran dan pengalaman yang berharga bagi saya bagaimana saya harus bisa mengatur manjemen waktu kehidupan saya, gya hidup saya dan bagaiman saya memposisikan diri saat saya menjadi seorang pekerja atau saat saya menjadi seorang pelajar. Saya harus bisa memprioritaskan hal-hal apa saja yang akan saya lakukan saat saya menjadi seorang pelajar dan pekerja.

Nama: Indah Permanasari

Kelas: 1EA10

NPM: 13209727

Puisi – ALWAYS -

November 20th, 2009

Nama : Indah Permanasari

Kelas : 1EA10

NPM : 13209727

ALWAYS

Aku yang selalu berusaha mengerti
Dengan tidak ada satupun paksaan
Yang membuatku tergugah

Aku yang mencoba untuk selalu memahami
Dengan ucapan-ucapan yang tulus
Menjadikan aku lebih semangat

Dirinya yang berbicara dengan lembut
Perhatian yang diberikannya
Yang membuat aku bersemangat
Dirinya yang selalu menasehati
Dengan nada bicaranya yang halus
Menjadikan aku mengaguminya lebih
Saat ini perasaan ini yang aku rasakan

Kesultanan Hadiningrat Ngayogyakarta

November 20th, 2009

Nama : Indah Permanasari
Kelas : 1EA10
NPM : 13209727

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat

LATAR BELAKANG
Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47. Secara resmi pada tahun1950, Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat (dan Kadipaten Pakualaman) menjadi bagian dari Indonesia, yaitu sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) antara Pangeran Mangkubumi dan VOC di bawah Gubernur-Jendral Jacob Mossel, maka Kerajaan Mataram dibagi dua. Pangeran Mangkubumi diangkat sebagai Sultan dengan gelar Sultan Hamengkubuwana I dan berkuasa atas setengah daerah Kerajaan Mataram. Sementara itu Sunan Paku Buwono III tetap berkuasa atas setengah daerah lainnya dengan nama baru Kasunanan Surakarta dan daerah pesisir tetap dikuasai VOC.
Sultan Hamengkubuwana I kemudian segera membuat ibukota kerajaan beserta istananya yang baru dengan membuka daerah baru (jawa: babat alas) di Hutan Paberingan yang terletak antara aliranSungai Winongo dan Sungai Code. Ibukota berikut istananya tersebut tersebut dinamakan Ngayogyakarta Hadiningrat dan landscape utama berhasil diselesaikan pada tanggal 7 Oktober 1756. Selanjutnya secara turun-temurun para keturunannya memerintah kesultanan di sana.

Kesultanan Yogyakarta (1755-1950)
§ Nama Resmi: Nagari Kasultanan Ngayogyakarta/Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat (The Sultanate of Yogyakarta/The State of Yogyakarta)
§ Bentuk: Kerajaan [1755-1945], Kerajaan Persatuan Berparlemen [1945-50]
§ Status Politik: Protektorat (VOC [1755]-[1799]; Franco-Nederland [1800-1811]; EIC [1811-1816]; Hindia Belanda [1816-1942]; Kekaisaran Jepang [1942-45];dan Republik Indonesia [1945-50]).
§ Kepala Negara dan Pemerintahan: ISKS Hamengku Buwana (HM Sultan Hamengku Buwono)
§ Pengurus (Pengelola) Kerajaan (1755-1945): Pepatih Dalem (HE Premier)
§ Lambang: Praja Cihna
§ Himne Sultan: Monggang
§ Ibukota: Kabupaten Kota Yogyakarta
§ Bahasa Resmi: Jawa (1755-1950), Belanda (1755-1811;1816-1942), Inggris (1811-1816), Jepang (1942-1945), dan Indonesia (1945-1950).
§ Agama Resmi: Islam

Masyarakat, Kebudayaan dan Pendidikan
Sebagaimana masyarakat Jawa pada umumnya, kebudayaan di Kesultanan Yogyakarta tidak begitu memiliki batas yang tegas antar aspeknya. Kebiasaan umum (adat istiadat), kepercayaan, seni, pandangan hidup, pendidikan, dan sebagainya saling tumpang tindih, bercampur dan hanya membentuk suatu gradasi yang kabur. Sebagai contoh seni arsitektur bangunan keraton tidak lepas dari konsep “Raja Gung Binathara” (raja yang agung yang dihormati bagaikan dewa) yang merupakan pandangan hidup masyarakat yang juga menjadi bagian dari sistem kepercayaan (penghormatan kepada dewa/tuhan).
Beberapa tarian tertentu, misalnya Bedaya Ketawang, selain dianggap sebagai seni pertunjukan juga bersifat sakral sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur pendiri kerajaan dan penguasa alam. Begitu pula benda-benda tertentu dianggap memiliki kekuatan magis dan berkaitan dengan dunia roh dalam pandangan hidup masyarakat. Oleh karenanya dalam pergaulan sehari-haripun ada pantangan yang bila dilanggar akan menimbulkan kutuk tertentu bagi pelakunya. Ini pula yang menimbulkan tata kebiasaan yang diberlakukan dengan ketat.
Kebudayaan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi berdasar cerita dari mulut ke mulut. Pelajaran tentang kehidupan disampaikan melalui cerita-ceritawayang yang pada akhirnya menumbuhkan kesenian pertunjukkan wayang kulit maupun wayang jenis lain. Selain itu wejangan dan nasehat tentang pandangan hidup dan sistem kepercayaan juga ditransmisikan dalam bentuk tembang (lagu) maupun bentuk sastra lainnya. Semua hal itu tidak lepas dari sistem bahasa yang digunakan dan membuatnya berkembang. Dalam masyarakat dipakai tiga jenjang bahasa yaitu Ngoko (bahasa Jawa rendah), Krama Andhap (bahasa Jawa tengah), dan Krama Inggil (bahasa Jawa tinggi). Aturan pemakaian bahasa tersebut sangat rumit, namun tercermin budaya penghormatan dan saling menghargai. Ada satu lagi bahasa yang khusus dan hanya digunakan di lingkungan istana yang disebut dengan Bagongan yang lebih mencerminkan pandangan hidup kesetaraan kedudukan diantara pemakainya.
Perkembangan budaya sebagaimana dijelaskan di awal tidak lepas pula dari sistem pendidikan. Pada mulanya sistem pendidikan yang digunakan meneruskan sistem yang digunakan zaman Mataram. Pendidikan formal hanya dapat dinikmati oleh keluarga kerajaan. Pendidikan itu meliputi pendidikan agama dan sastra. Pendidikan agama diselenggarakan oleh Kawedanan Pengulon. Pendidikan ini berlokasi di kompleks masjid raya kerajaan. Pendidikan sastra diselenggarakan oleh Tepas Kapunjanggan. Kedua pendidikan ini satu sistem dan tidak terpisah. Para siswa diberi pelajaran agama,bahasa Jawa, budaya, dan literatur (serat dan babad).
Sebagai sebuah Kesultanan, Islam merupakan kepercayaan resmi kerajaan. Sultan memegang kekuasaan tertinggi dalam bidang kepercayaan dengan gelar Sayidin Panatagama Khalifatullah. Walaupun demikian kepercayaan-kepercayaan lokal (baca kejawen) masih tetap dianut rakyat disamping mereka menyatakan diri sebagai orang Islam. Berbagai ritus kepercayaan lokal masih dijalankan namun doa-doa yang dipanjatkan diganti dengan menggunakan bahasa Arab. Hal ini menujukkan sebuah kepercayaan baru yang merupakan sinkretis antara kepercayaan Islam dan kepercayaan lokal. Gerakanpuritan untuk membersihkan Islam dari pengaruh kepercayaan lokal dan westernisasi baru muncul pada 1912 dari kalangan Imam Kerajaan. Pada perkembangan selanjutnya kawasan KaumanYogyakarta yang menjadi tempat tinggal para Imam Kerajaan menjadi pusat gerakan puritan itu.

July 31st, 2009

Hello world!

July 31st, 2009

Welcome to Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya!. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!